Aktivitas menenangkan diri untuk balita: apa yang berhasil dan apa yang perlu diucapkan
Sudah bertahun-tahun saya menekuni yoga dan meditasi. Keduanya sangat membantu saya melewati stres dan kecemasan, membuat saya lebih sadar akan perasaan saya sendiri, dan, semoga, menjadikan saya orang yang lebih baik bagi keluarga, teman, dan orang-orang di sekitar saya. Saya ingin sekali putri saya punya bekal itu jauh lebih awal daripada saya.
Setiap orang tua tahu momen ini: menaranya roboh, gelas yang datang salah warna, dan tiba-tiba ada makhluk kecil di lantai yang tidak bisa mendengar sepatah kata pun dari Anda. Inilah yang membantu di rumah kami, dan apa kata penelitian anak usia dini tentang membantu anak kecil menenangkan diri.
Di tengah tantrum
Di puncak perasaan yang besar, balita tidak bisa mendengarkan, berpikir, atau mengikuti instruksi. Latihan napas dan penjelasan datang belakangan. Pada saat itu, tugas Anda adalah menjadi yang tenang:
- Tetap dekat dan rendahkan badan. Duduklah di dekatnya, setinggi matanya.
- Bicara sedikit, pelan-pelan. "Aku di sini. Kamu aman."
- Bernapaslah pelan-pelan sendiri. Anak meminjam ketenangan Anda sebelum ia bisa menciptakan ketenangannya sendiri.
- Jaga agar semua orang aman, lalu tunggu. Ini akan berlalu.
Saat badainya mulai reda, itulah saatnya untuk aktivitas menenangkan diri.
Tujuh aktivitas menenangkan diri
- Jadi kura-kura. Masuk ke dalam tempurung (peluk lutut, tundukkan kepala), tarik tiga napas pelan, lalu keluar saat sudah siap. Banyak sekolah prasekolah mengajarkan cara ini, karena kura-kura adalah sesuatu yang bisa ditiru setiap anak.
- Perut balon. Letakkan tangan di perut. Tarik napas lewat hidung dan rasakan perut mengembang seperti balon; keluarkan pelan-pelan.
- Cium bunganya, tiup lilinnya. Acungkan satu jari: hirup aroma bunga pelan-pelan, lalu tiup lilin dengan sangat lembut sampai apinya hanya bergoyang.
- Remas dan lepaskan. Kepalkan tangan erat-erat, hitung sampai tiga, lalu biarkan lemas. Lalu bahu, lalu jari kaki.
- Lihat sampai mengendap. Kocok toples glitter atau bola salju, lalu bernapas pelan-pelan sampai semua glitternya turun.
- Pojok yang nyaman. Sudut kecil yang empuk dengan bantal, selimut, dan mainan kesayangan, tempat anak mana pun bisa pergi agar merasa lebih baik. Ini tempat untuk menenangkan diri, bukan hukuman.
- Menenangkan diri dengan panduan. Di hari-hari yang berat, suara yang singkat dan lembut bisa memandu napasnya untuk Anda. Untuk itulah kami membuat Lulu (lihat di bawah).
Latihlah aktivitas ini saat anak Anda sedang tenang, sebagai permainan. Dengan begitu ia sudah siap ketika perasaan yang besar datang. Guru juga bisa memakainya untuk seluruh kelas: panduan kami tentang brain break untuk kelas memadukannya dengan jeda gerak.
Sebutkan perasaannya
Setelah suasana lebih tenang, ungkapkan perasaannya dengan kata-kata: "Kamu marah sekali waktu menaranya roboh." Menyebutkan perasaan adalah langkah pertama untuk mengelolanya. Dalam sebuah penelitian pada orang dewasa, mengungkapkan perasaan dengan kata-kata meredakan respons alarm di otak. Dan dari 79 penelitian pada anak usia 2 sampai 6 tahun, program yang mengajarkan anak tentang perasaan membantu mereka memahami dan mengelola emosinya.
- Pakai kata-kata sederhana: senang, sedih, marah, cemas, takut, bersemangat, lelah.
- Perhatikan di mana perasaan itu terasa di tubuh: wajah yang panas, perut yang tegang.
- Semua perasaan boleh; tidak semua tindakan boleh. "Boleh kok marah. Tapi tidak boleh memukul. Ayo kita hentakkan kaki saja."
Memahami perasaan adalah sebuah keterampilan, seperti berhitung atau membaca, dan keterampilan yang jarang diajarkan langsung oleh sekolah di usia ini. Anak yang bisa menyebutkan apa yang ia rasakan lebih mudah meminta bantuan, menunggu giliran, dan menenangkan dirinya sendiri. Panduan kami tentang mengajarkan balita mengenal perasaan berisi kata-kata pertama yang bisa diajarkan dan permainan yang membantu, dan bermain pura-pura adalah cara yang lembut untuk berlatih: panduan kami tentang bermain pura-pura dan rumah boneka menunjukkan bagaimana memerankan kembali hari mereka membantu anak membicarakannya.
Sedikit waktu tenang setiap hari
Ketenangan lebih mudah ditemukan kalau sudah jadi kebiasaan. Beberapa menit tenang setiap hari, tanpa ada yang harus dimenangkan atau diselesaikan, membantu banyak anak menjadi lebih tenang. Ini terutama benar sepulang dari penitipan anak atau sekolah, atau setelah mereka tidak lagi tidur siang. Waktu tenang tidak harus hening: berbaring sambil mendengarkan, melihat-lihat buku, atau bernapas pelan-pelan, semuanya termasuk.
Coba Lulu
Kami sedang membuat Tiny Hands Feel, gratis untuk setiap keluarga: waktu tenang dan pelajaran pertama tentang perasaan untuk anak usia 2 sampai 7 tahun. Lulu si kura-kura memandu anak Anda menenangkan diri dengan suara, jadi anak yang belum bisa membaca pun bisa mengikutinya. Ada versi satu menit yang bisa Anda coba hari ini di Tiny Hands Feel.
Kalau masalahnya adalah energi yang berlebihan, bukan perasaan yang meluap, panduan kami tentang aktivitas dalam ruangan untuk menyalurkan energi bisa membantu, dan panduan kami tentang screen time untuk balita menjelaskan kapan layar bisa membantu anak menenangkan diri, dan kapan tidak.
Ini pengalaman seorang orang tua, bukan nasihat medis. Kalau tantrum sangat sering atau sangat hebat, atau Anda khawatir tentang anak Anda, bicarakan dengan dokter atau petugas kesehatan anak.
Sumber
- Blewitt et al., JAMA Network Open — Social and Emotional Learning Associated With Universal Curriculum-Based Interventions in Early Childhood Education and Care Centers: A Systematic Review and Meta-analysis (2018)
- National Center for Pyramid Model Innovations — Tucker Turtle and calm-down tip card
- Lieberman et al., Psychological Science — Putting Feelings Into Words: Affect Labeling Disrupts Amygdala Activity (2007)
