Kesiapan sekolah: apa yang benar-benar membantu anak siap masuk sekolah
Anak-anak tidak tiba di sekolah dengan bekal yang sama. Dalam sebuah penelitian besar di Amerika Serikat, anak dari keluarga berpenghasilan rendah memulai TK sekitar enam bulan tertinggal dalam membaca dan tujuh bulan tertinggal dalam matematika. Kesenjangan itu menyempit selama dua belas tahun, bersamaan dengan makin banyak keluarga yang membacakan buku untuk anaknya, punya lebih banyak buku di rumah, dan memainkan game belajar. Apa yang terjadi di rumah sebelum sekolah itu penting, dan sebagian besarnya tidak memakan biaya apa pun.
Panduan ini berisi apa yang saya pelajari sebagai ayah yang membuat program belajar gratis: apa arti sebenarnya dari "siap sekolah", daftar periksa yang lembut menurut usia, dan cara-cara sederhana untuk berlatih di rumah. Ini bukan ujian. Setiap anak sampai di sana sesuai jadwalnya sendiri.
Apa arti sebenarnya dari "siap sekolah"
Siap sekolah tidak berarti sudah lancar membaca atau bisa berhitung soal. Yang paling diharapkan guru adalah gabungan hal-hal kecil: anak yang suka cerita dan mulai bisa mendengar bunyi dalam kata, yang bisa menghitung beberapa benda, yang bisa mendengarkan instruksi singkat dan mengikutinya, yang bisa mengatakan apa yang ia rasakan, dan yang bisa mengurus jaketnya sendiri dan pergi ke toilet. Semua itu bisa dibangun dalam beberapa menit sehari, lewat bermain.
Membaca awal: bunyi dan cerita
Awal terbaik untuk membaca adalah mendengar bahwa kata tersusun dari bunyi. Anak yang tahu bahwa kata bahasa Inggris sun diawali bunyi sss sudah berada di jalurnya, jauh sebelum ia bisa membaca buku.
- Bermain dengan bunyi. "Aku melihat sesuatu yang diawali bunyi mmm." Rima, lagu-lagu lucu, bertepuk mengikuti suku kata dalam nama.
- Ajarkan huruf lewat bunyinya. mmm, bukan "em". Kebanyakan sekolah mengajarkan membaca lewat fonik, yang dimulai dari bunyi; nama setiap huruf bisa menyusul belakangan.
- Bacakan buku setiap hari. Bicarakan gambarnya, tanyakan apa yang mungkin terjadi selanjutnya. Cerita membangun kosakata dan kecintaan pada buku yang dibutuhkan untuk membaca.
- Namanya sendiri. Mengenali dan mencoba menulis namanya sendiri sering kali adalah kata pertama yang benar-benar dipedulikan anak.
Panduan kami tentang cara mengajarkan bunyi huruf dan cara mengajari anak membaca dan menulis di rumah berisi langkah-langkahnya secara berurutan.
Angka: menghitung, membandingkan, memperhatikan bentuk
Matematika awal lebih penting daripada yang diperkirakan banyak orang tua. Dalam sebuah penelitian besar yang menggabungkan enam proyek jangka panjang, kemampuan matematika saat masuk sekolah adalah salah satu prediktor terkuat prestasi di kemudian hari, dalam matematika maupun membaca.
- Hitung benda nyata, sambil menyentuh satu per satu: anak tangga, buah anggur, sepatu. "Jadi ada berapa?"
- Bandingkan: lebih banyak dan lebih sedikit, lebih besar dan lebih kecil, lebih panjang dan lebih pendek.
- Temukan bentuk di sekitar rumah: piring bundar, jendela persegi, roti lapis segitiga.
- Mainkan permainan papan dengan jalur bernomor, sambil menghitung setiap kotak dengan suara keras.
Panduan kami tentang matematika awal di rumah membahasnya usia demi usia.
Mendengarkan dan mengikuti instruksi
Kelas penuh dengan instruksi: "Gantung jaketmu, lalu duduk di karpet." Mengingat dua atau tiga langkah sekaligus memakai memori kerja, salah satu keterampilan yang memprediksi seberapa baik anak menyesuaikan diri di sekolah.
- Tugas dua langkah: "Ambil sepatumu dan taruh di dekat pintu."
- Permainan dengan aturan: "Simon berkata", tari patung, permainan mencari pasangan yang sederhana.
- Menunggu giliran: lagi-lagi permainan papan, atau bergantian memilih lagu.
Panduan kami tentang game memori dan memori kerja menjelaskan kenapa cara ini berhasil.
Perasaan dan bergaul
Mulai sekolah adalah perubahan besar. Anak yang bisa berkata "Aku sedih" atau "Aku khawatir" bisa meminta bantuan alih-alih tantrum. Dari 79 penelitian pada anak usia 2 sampai 6 tahun, program yang mengajarkan anak tentang perasaan membantu mereka memahami dan mengelola emosinya. Ini keterampilan yang jarang sempat diajarkan langsung di sekolah, jadi sedikit latihan di rumah sangat berarti.
- Sebutkan perasaan di momen sehari-hari: "Kamu kelihatan kesal. Menaranya roboh terus, ya."
- Latih cara menenangkan diri saat anak Anda sedang tenang, seperti kura-kura: masuk ke tempurung, tiga napas pelan, lalu keluar.
- Bermain pura-pura tentang sekolah: hari pertama boneka beruang, berpamitan, berteman.
Panduan kami tentang mengajarkan balita mengenal perasaan dan aktivitas menenangkan diri berisi kata-kata yang bisa dipakai, saat bermain maupun saat itu juga.
Mengurus diri sendiri
Tugas-tugas kecil membuat minggu-minggu pertama jauh lebih mudah, dan membangun rasa percaya diri:
- Memakai toilet dan mencuci tangan sendiri.
- Memakai jaket dan sepatu (perekat sangat membantu).
- Membuka kotak bekal dan minuman.
- Membereskan satu mainan sebelum mengeluarkan mainan berikutnya.
Bergerak
Menurut World Health Organization, anak usia satu sampai empat tahun butuh setidaknya tiga jam aktivitas sehari. Berlari, memanjat, dan menari juga membangun keseimbangan dan kendali tangan yang nanti dibutuhkan untuk menulis. Di hari hujan, panduan kami tentang aktivitas dalam ruangan untuk menyalurkan energi berisi ide-idenya.
Daftar periksa yang lembut menurut usia
Inilah yang dilakukan kebanyakan anak di setiap usia, menurut tonggak perkembangan dari CDC. Ini bukan target: kalau anak Anda belum melakukan sesuatu, itu sekadar hal berikutnya untuk dimainkan.
Usia 3 tahun
- Berbicara dan bercerita: mengatakan apa yang terjadi di buku bergambar; bertanya "siapa", "apa", "di mana", atau "kenapa".
- Berpikir dan belajar: menggambar lingkaran setelah Anda mencontohkannya.
- Perasaan dan bergaul: tenang dalam 10 menit setelah Anda pergi; ikut bermain dengan anak-anak lain.
- Mengurus diri sendiri: memakai sebagian pakaian sendiri, seperti jaket; makan dengan garpu.
Usia 4 tahun
- Berbicara dan bercerita: mengucapkan beberapa kata dari lagu, cerita, atau sajak; menceritakan apa yang terjadi selanjutnya dalam cerita yang sudah dikenalnya.
- Berpikir dan belajar: menyebutkan beberapa warna; menggambar orang dengan tiga bagian tubuh atau lebih.
- Perasaan dan bergaul: berpura-pura saat bermain; menghibur teman yang sedih; suka membantu.
- Mengurus diri sendiri: mengambil makanan atau menuang air, dengan bantuan; membuka beberapa kancing.
Usia 5 tahun
- Berbicara dan bercerita: mengenali rima sederhana (dalam bahasa Inggris, bat, cat); menjawab pertanyaan sederhana tentang sebuah cerita.
- Berpikir dan belajar: berhitung sampai 10; menyebutkan beberapa angka dari 1 sampai 5 dan beberapa huruf; menulis beberapa huruf dari namanya.
- Memusatkan perhatian: memperhatikan selama 5 sampai 10 menit, misalnya saat waktu mendongeng.
- Perasaan dan bergaul: mengikuti aturan dan bergiliran dalam permainan; melakukan tugas rumah yang sederhana.
- Mengurus diri sendiri: memasang beberapa kancing.
Bunyi huruf dan merangkai bunyi tidak ada di daftar itu. Keduanya adalah keunggulan awal, bukan syarat, dan yang paling mudah diberikan di rumah dengan bermain beberapa menit sehari.
Di mana Tiny Hands membantu
Kami percaya setiap anak, di mana pun ia lahir dan berapa pun kemampuan keluarganya, berhak mendapat awal yang sama. Karena itulah semua yang ada di Tiny Hands gratis, tanpa iklan:
- Tiny Hands Learn: Membaca, mulai usia 2 tahun: Bubba si paus mengajarkan setiap huruf lewat bunyinya, lalu merangkai bunyi, menulis, dan cerita-cerita kecil, semuanya diucapkan dengan suara. Orang dewasa membuat akun gratis terlebih dulu, supaya kemajuan setiap anak tersimpan.
- Angka, musik, dan uang segera hadir, dengan game satu menit yang bisa dicoba hari ini. Untuk urusan uang di rumah, panduan kami tentang uang saku untuk anak kecil menunjukkan bagaimana beberapa koin seminggu bisa mengajarkan menabung.
- Tiny Hands Feel, menenangkan diri bersama Lulu si kura-kura, dan Tiny Hands Move, gerakan untuk ditirukan bersama Momo si monyet.
Beberapa menit sehari sudah cukup. Panduan kami tentang screen time untuk balita menjelaskan cara kami menjaganya tetap singkat dan bermanfaat.
Pertanyaan yang sering diajukan orang tua
Di usia berapa anak seharusnya siap sekolah?
Tergantung negaranya: anak mulai sekolah antara sekitar empat sampai tujuh tahun. Yang lebih penting daripada tanggalnya adalah gabungan keterampilan kecil di atas, dan setiap anak membangunnya dengan kecepatannya sendiri.
Apakah anak saya harus sudah bisa membaca sebelum masuk sekolah?
Tidak. Kebanyakan sekolah mengajarkan membaca sejak awal. Mengenal beberapa bunyi huruf dan suka cerita adalah awal yang luar biasa; lancar membaca tidak diharapkan.
Bagaimana kalau anak saya belum siap?
Bicarakan dengan guru PAUD atau calon gurunya; mereka sudah melihat banyak anak dan bisa memberi tahu apa yang perlu dilatih. Kalau Anda khawatir tentang bicara, pendengaran, atau perkembangannya, bicarakan dengan dokter atau petugas kesehatan anak.
Sumber
- Stanford Graduate School of Education — Ready for kindergarten? Gap between rich and poor narrows, Stanford study finds (Reardon dan Portilla, AERA Open, 2016)
- Duncan dkk., Developmental Psychology — School Readiness and Later Achievement (2007)
- Education Endowment Foundation — Improving Literacy in Key Stage 1 (2017)
- Alloway & Alloway, Journal of Experimental Child Psychology — Investigating the predictive roles of working memory and IQ in academic attainment (2010)
- Blewitt dkk., JAMA Network Open — Social and Emotional Learning Associated With Universal Curriculum-Based Interventions in Early Childhood Education and Care Centers (2018)
- World Health Organization — To grow up healthy, children need to sit less and play more (2019)
- CDC — Milestones by 3 Years, by 4 Years dan by 5 Years
